Earth (Chapter 1)

 CarolineLovely @ EKF
AUTHOR
♥ Honeykimj ♥

MC
Chanyeol, Sera
 
SC
Sehun, KAI, Baekhyun, etc
 
Disclaimer :
http://honeykimj23.blogspot.com/2014/07/earth-chapter-1.html
 
Romance, fantasy, school life
PG 15
Chapter

Poster by:
Caroline Lovely @ EKF 
 
Also visit my blog:
www.honeykimj23blogspot.com 
 
 

“Chanyeol, kau akan pergi ke atas bukit lagi?” Ia melihat anaknya menggandeng sebuah keranjang.

“Iya, aku mau mengumpulkan madu lagi, eomma,” Chanyeol tersenyum.

Sebenarnya tujuannya datang kesana bukan hanya demi madu. Ia punya maksud lain. Ada seorang gadis yang selama hampir 1 bulan ini ia temui di atas bukit itu.

Awalnya Chanyeol tidak tahu bahwa ada orang lain di dekat bukit itu tapi ia menyadari hal itu ketika ada sebuah kalung yang memasuki planet bawah dimana ia tinggal, kalung itu hanya sekejap berada di planet bawah, lalu Chanyeol melihatnya kembali ke asal, planet atas. Tentu, gaya gravitasi masing-masing planet akan menarik benda sesuai asalnya.

Flashback-

“Hei!!” Chanyeol berteriak. Ia yakin pemilik kalung tadi ada di bukit yang tidak jauh darinya.

“Ya!!” Mereka saling berteriak. Itulah cara berkomunikasi yang palin memungkinkan saat ini bagi keduanya.

“Oh, kau siapa?” Gadis itu diam menatap Chanyeol, “Aku Park Chanyeol.”

“Park Sera, itu namaku.”

“Kau sedang apa disana,” Chanyeol mengarahkan pada bukit yang sekarang diinjak gadis itu. Bukit yang berbeda dengan Chanyeol. Puncak masing-masing bukit itu berjarak begitu dekat. Hanya ada sebuah batu besar yang hampir seperti gua, sebagai pembatas yang tidak cukup sempurnah bahkan jika hanya untuk menghalangi pandangan mereka.

“Kau sendiri sedang apa?” Tanya gadis itu balik.

“Aku mengambil madu ini,” Chanyeol menunjuk keranjang yang didalamnya terdapat kaleng yang berisi madu yang baru ia dapatkan.

“Oh begitu. Sepertinya aku harus pulang. Aku pulang dulu. Bye,” gadis itu menghilang dari pandangan Chanyeol sejak saat itu ia sering bertemu Sera, gadis dari planet atas.

Flashback End_

“Hei Chanyeol, aku menemukan sebuah ide agar kita bisa bertemu secara langsung?”

“Ah, apa itu?” Ujar Chanyeol penasaran.

“Batu cekung itu,” Sera menunjuk batu besar yang bisa mereka lihat dengan jelas.

“Aku yakin, batu itu bersifat netral karena ia berada di antara kedua planet. Aku memang belum memastikannya. Tapi tadi pagi aku coba melempar tali ke tempatmu dan tali itu bisa kita gunakan sekarang.”

Sera melempar tali ke tempat Chanyeol. Chanyeol sigap memegangnya. Ia memperhatikan apa yang Sera lakukan. Gadis itu menggunakan tali menuju batu cekung itu.

“Pegang yang kuat. Nanti aku akan membantumu kemari,” teriak Sera.

Setelah gadis itu berada, lebih tepatnya masuk ke dalam ruangan di batu itu. Ia bergegas menyuruh Chanyeol melakukan hal yang sama dengannya.

“Cepat, Chanyeol,” Chanyeol ragu-ragu menuruti kemauan Sera.

“Wah, ternyata di sini cukup luas juga. Sudah seperti kamarku saja,” ujapnya setelah menginjakkan kaki di dalam batu itu.

“Ah, akhirnya kita tidak perlu berteriak lagi. Aku lelah sebelumnya harus teriak terus,” gadis ini sangat manis dan cantik, apalagi jika dilihat dari jarak sedekat ini, batin Chanyeol.

“Kau satu-satunya temanku dari planet atas. Aku senang bisa menjadi temanmu. Maukah kau menjadi yeojachinguku?”

“Yeojachingu?”

“Ne,” Chanyeol mengangguk mantap.

“Umh, bagaimana ya?”

Sebenarnya Sera juga menyukai Chanyeol. Tapi ia bingung, tidak mungkin selamanya mereka harus bertemu diam-diam di tempat ini. Mereka sudah cukup lama melanggar peraturan dimana kontak antara manusia yang berasal dari dua planet yang berbeda benar-benar dilarang. Namun mereka masih mengacuhkannya. Apalagi kalau mereka menjadi sepasang kekasih. Jelas itu akan lebih sulit.

“Apa kau tidak menyukaiku?” Chanyeol buka suara, setelah Sera hanya diam cukup lama.

“Tidak, aku menyukaimu, Chanyeol. Hanya saja, ini sebenarnya sangat dilarang. Kau tahu itu kan?”

“Aku tidak peduli dengan peraturan konyol itu. Kita bersama jika kita benar-benar saling mencintai. Mereka tidak punya hak menghalangi kita.”

Chanyeol meyakinkan Sera bahwa mereka akan baik-baik saja. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Setelah hubungan mereka menjadi lebih intens. Appa Sera sengaja memberitahu pada polisi planet atas bahwa mereka berdua telah melanggar peraturan dengan sering bertemu.

Sebagai hasilnya, mereka ketahuan dan akan ditangkap. Walaupun mereka dapat melarikan diri. Tapi Sera terjatuh cukup keras ke planetnya hingga ia tidak sadarkan diri. Sementara Chanyeol ditangkap dan diasingkan. Eomma-nya dipisahkan darinya dan ia tidak pernah lagi melihat eomma-nya sejak hari itu.

6 years later…

“Chanyeol-ah cepat sedikit kau lama sekali!!” Teriak namja kecil nan imut yang memakai kacamata.

“Ya, tunggu sebentar,”

“Kau ini, kita ditugaskan untuk menjaga anak dari pemilik PM Corp. Ini adalah hari pertama kita, Chanyeol. Bisa-bisanya kau terlambat bangun,” namja itu sudah siap sementara temannya, si namja jangkung yang diklaim bernama Park Chanyeol masih sibuk merapikan diri.

“Iya, maafkan aku, Baekhyun-ah. Ini tidak akan terjadi lagi.”

Sera sering hadir di mimpi Chanyeol dan hal itulah yang selalu membuatnya terkadang malah terlambat bangun. Tapi ia bahagia, setidaknya ia bisa melihat yeoja itu di dalam alam mimpinya.

“Ah, sudah. Ayo cepat!” Baekhyun keluar lebih dulu dari camp mereka.

Chanyeol sekarang bisa cukup leluasa dalam urusan bolak balik antara planet atas dan bawah, tidak seperti dulu.

‘Andai aku bertemu denganmu saat aku bisa bebas seperti ini, Sera. Kita pasti masih bersama.’ Batin Chanyeol.

Sudah hampir 4 tahun ia bekerja di badan keamanan antara kedua planet ini. Mereka mempekerjakan orang tanpa mempedulikan asal pekerjanya. Oleh karena itulah, di tempat ini manusia dari planet atas dan bawah bisa bercampur baur. Mereka bertugas menjaga keamanan, baik itu di planet atas atau pun bawah.

Chanyeol dan Baekhyun serta KAI yang baru saja bergabung dengan mereka mendapatkan tugas untuk menjaga anak dari pemilik PM Corp, perusahaan besar yang bergerak di bidang sumber daya. Tentu semua orang tahu, sumber daya itu di ambil dari planet bawah. Dan pada akhirnya dijual nanti dengan harga sangat mahal kesana.

“Kalian sudah datang,” wanita paruh baya itu mempersilahkan kami masuk ke sebuah ruangan yang ada di dalam rumah besar dan mewah itu. Bentuk rumahnya hampir mirip menara.

Seorang gadis yang mengenakan seragam sekolah memasuki ruangan itu. Rambutnya diikat ke atas, dan menatap ketiga orang dihadapannya dengan ramah.

“Selamat pagi. Aku Park Sera,” bagai di sambar petir. Chanyeol saat itu juga terpaku mendengar apa yang dikatakan yeoja itu. Ia sejak tadi tidak memperhatikan hingga tidak tahu bahwa ada yang masuk ke ruangan. Satu-satunya yang ia tahu, suara itu menyebut nama gadis yang ada di masa lalunya.

“Ne, kami bertiga adalah pengawalmu sejak hari ini. Aku baekhyun, namja hitam bisa dipanggil KAI,” KAI langsung men-death glare Baekhyun, “Dan ia adalah Chanyeol.”

Chanyeol langsung menunduk pada Sera. Sera berpikir sambil mengamati namja jangkung itu. Seperti ada sesuatu yang pernah terjadi antara aku dan dia sebelumnya, pikir Sera.

“Apa kita pernah bertemu?” Sera langsung mengeluarkan pikirannya.

“Aniya, ini pertama kalinya kita bertemu,” Chanyeol menutupi semua yang ingin ia lakukan sebenarnya.

Ingin sekali ia mendekap gadis itu dan memberitahu bahwa ia adalah Chanyeol. Chanyeol yang selama ini ia temui diam-diam di atas bukit. Tapi ia tidak mau menghancurkan semua yang sudah ia usahakan. Jika orang tua Sera tahu, ia bisa diasingkan lagi dan mungkin selamanya tidak akan bertemu Sera lagi.

Meski Chanyeol sungguh bertanya-tanya ada apa dengan gadis itu. Kenapa gadis itu tidak mengenalinya? Tidak ingat atau ia sengaja mengaburkan sosok Chanyeol? Mengingat mereka ditatap oleh mata lainnya di tempat ini.

“Baiklah, kalau begitu kita ke sekolah saja sekarang. Ini sudah siang.”

***

Setibanya di sekolah, Sera langsung disambut oleh namja putih dan tinggi yang duduk di sebelah bangkunya.

“Kenapa oppa kemari?” Sehun mencium pipi gadis itu.

Chanyeol langsung masuk ke dalam kelas. Ia tidak akan membiarkan Sera diganggu.

“Hei, apa yang kau lakukan?” Sehun berteriak, kaget begitu Chanyeol hampir saja memukulnya. Untung, Baekhyun dan KAI langsung sigap menghentikan Chanyeol. Kalau tidak Sehun bisa menderita bengkak di wajah.

“Kau jangan mengganggu, Nona Sera. Aku pengawalnya,” ujar Chanyeol meledak-ledak.

“Oh jadi kau pengawal baru Sera. Begini, aku adalah kekasih Sera. Bukankah kudengar appa Sera sudah memberitahu kalian mengenai siapa saja orang terdekat Sera. Tidak mungkin ia tidak memasukkanku juga ke dalam list!!” Sehun tak kalah marahnya dengan Chanyeol.

“Maafkan rekan kami, Sehun-ssi. Ia salah mengira,” Baekhyun dan KAI membawa Chanyeol yang sudah tenang, kembali ke depan ruang kelas Sera.

“Hah menyebalkan sekali namja itu. Bisa-bisanya ia berpikir aku ini orang jahat yang akan melukaimu.”

“Oppa sudahlah, maafkan dia,” Sera memegang bahu Sehun, mencoba menenangkan namja itu.

“Jangan membelanya. Aku benci kau membela namja lain. Apa kau sungguh setuju dengan kegiatan pengawalan ini? Kita tidak akan punya privasi lagi, jika ada mereka? Terlebih lagi, mereka kan namja, aku tidak suka jika mereka selalu menatapmu,” Sehun cemburu, itulah yang ditangkap Sera dari penuturan namjanya itu.

“Jangan khawatir, saat oppa datang ke rumah. Kita bisa menyuruh mereka untuk berada di depan ruangan saja. Mereka harus memfokuskan pada pengawalan saat aku di luar rumah saja. Jika di dalam rumah, kurasa aku aman. Terlebih jika aku bersama oppa,” Sera mengecup pipi Sehun.

“Nah, oppa kembalilah ke kelas oppa. Sebentar lagi bel berbunyi,” Sehun sangat suka pada tindakan manis gadisnya itu. ‘Kau sangat sempurnah, Sera. Aku beruntung.’ Sehun keluar dan melambaikan tangan pada Sera dengan senyum merekah. Namun begitu melihat Chanyeol di depan kelas, senyum tadi langsung lenyap digantikan dengan tatapan tajamnya.

“Dia benar-benar marah padamu, Chanyeol ssi,” KAI mengingatkan Chanyeol setelah Sehun pergi.

‘Aku tidak peduli jika ia benci padaku. Satu-satunya yang menggangguku adalah statusnya sebagai kekasih Sera.’ Jawab Chanyeol membatin.

***

“Oppa…,” Sera menoleh ke belakang begitu merasakan ada tangan yang melingkar di pinggangnya.

“Emh…apa?” Jawab Sehun yang menciumi gadis itu dari belakang.

“Apa oppa tidak bosan?”

“Bosan? Maksudmu?” Sehun membalikkan gadis itu hingga menatapnya.

“Bosan padaku. Tidakkah oppa bosan?”

Sera menunggu jawaban Sehun. Bukannya menjawab, Sehun malah mengeluarkan tawanya. Sera yang melihat itu, tidak menyangka Sehun akan memunculkan reaksi begitu.

“Oppa.., kenapa tertawa?” Gadis itu menuntut jawaban dengan ekspresi manja.

“Aku tidak akan bosan, tidak akan pernah,” Sehun memeluk Sera. Membenamkan yeoja itu ke dalam dekapannya. Sehun tidak bohong, ia begitu mencintai gadis itu. Gadis itu menimbulkan banyak perubahan pada dirinya. Ia tidak pernah melihat gadis lain seperti dulu. Itu semua ia lakukan setelah bersama Sera. Gadis itu mampu menyita seluruh pandangannya hanya untuk menatapnya.

***

“Bibi Jung,” panggilan pelan itu membuatnya menoleh.

“Lama tidak bertemu,” sapa Chanyeol.

“Ah, kau. Ya tuhan..,” Bibi Jung menutup mulutnya. Ia menatap sekitar. Setelah merasa ruangan itu aman dan tak ada seorangpun kecuali mereka berdua. Ia mulai bicara lagi.

“Bibi, ingat aku?” Chanyeol berkata ragu.

“Bagaimana kau bisa keluar dari tempat pengasingan, Chanyeol?” Bibi Jung benar-benar terkejut dengan kedatangan anak itu. Ia sudah lama tidak melihatnya.

“Aku bergabung dengan Badan Keamanan, Bibi. Aku baru saja di tugaskan untuk menjadi pengawal Sera.”

“Benarkah? Wah kau beruntung bisa bertemu Nona Sera lagi?” Wanita itu tersenyum.

“Tapi aku bingung. Dia sepertinya tidak mengenaliku?”

Chanyeol menangkap ekspresi menyesal dari air muka Bibi Jung. Bibi Jung adalah satu-satunya sumber yang bisa menjelaskan apa yang terjadi pada Sera. Ia mengenal pengasuh Sera itu sejak ia dekat dengan Sera dulu. Sera sering ditemani Bibi Jung ke bukit. Bibi Jung sangat baik pada Chanyeol pada saat itu.

“Sebenarnya, saat kalian dipergoki sedang bersama dan akan ditangkap, Nona Sera mengalami sebuah insiden. Insiden itu membuatnya amnesia, Chanyeol. Jadi ia tidak akan ingat apa-apa lagi mengenai dirimu dan masa lalunya sebelum hari itu.”

Chanyeol duduk lemah di kursi meja makan itu. Ia bingung sekaligus terkejut mendengar hal itu. ‘Kenapa harus seperti ini? Setelah sekian lama. Kenapa malah kenyataan ini yang harus kudapati?’

***

“Ya, Chanyeol-ah ayo kita pulang!” Teriak Baekhyun karena Chanyeol masih berdiri di depan kamar Sera.

“KAI dan Tao yang akan menggantikan kita malam ini. Kau sudah tahu, kan? Jangan bilang kau tidak tahu. Kenapa akhir-akhir ini kau tidak fokus? Apa ada sesuatu yang terjadi padamu?”

“Ani, aku baik-baik saja,” Kau duluan saja. Ia pikir ini bukan waktu yang tepat KAI dan Tao baru saja datang. Otomatis ia tidak akan bisa menemui Sera dan bicara langsung padanya. Kedua rekannya jelas akan langsung curiga kalau ia melakukannya.

“Ayo, kita pulang,”

“Ne,” Chanyeol menghelah nafas.

***

“Sera, kau tahu kemarin aku bertemu dengan Sehun sunbae. Dia mengandeng seorang yeoja!! Sungguh!! Aku benar-benar melihatnya,” Sojin heboh meyakinkan Sera dengan apa yang ia lihat kemarin.

“Aku tahu, Sehun oppa sudah berubah, Sojin-ah. Dia tidak mungkin seperti itu. Dia tidak akan menyakitiku lagi,” kukuh Sera. Ia yakin namja itu tidak mungkin pergi dengan yeoja selingkuhannya.

“Yang jelas aku melihatnya seperti itu. Kau harus menyelidikinya,” saran Sojin.

‘Apakah aku harus melakukannya? Tidak. Aku percaya pada Sehun oppa. Sejak kami bersama ia bukan lagi seorang player.’ Batin Sera.

“Dia namja Sera. Kau tahu dulu Sehun sunbae seperti apa. Bisa saja ini bukan kemauannya. Tapi bagaimana jika ia tergoda dengan rayuan mantan kekasihnya? Bagaimana? Hal itu bisa terjadi, kan? Aku hanya tidak mau semuanya terlambat, Sera.”

Chanyeol sibuk dengan Iphone-nya. KAI dan Baekhyun baru saja diperintahkan oleh atasan mereka untuk segera datang ke Pusat Badan Keamanan. Well, minus dirinya. Karena bagaimanapun Sera tidak dapat ditinggal sendirian.

“Chanyeol ssi,” panggil seseorang dari belakang Chanyeol.

Ia menoleh berbalik. Orang itu Sera, ia tidak terlihat cukup baik dengan apa yang tengah terlihat oleh Chanyeol. Matanya sayu dan langkahnya gontai, seolah tidak punya tenaga dan semangat hidup.

‘Ada apa dengannya?’ Batin Chanyeol.

“Ne, Sera ssi,” replied Chanyeol.

“Kau sendirian? Dimana kedua temanmu?” Sera looks around.

“Mereka dipanggil oleh atasan kami di Pusat Badan Keamanan.”

“Begitu,” Sera menatap Chanyeol, “Tapi kenapa kau masih disini, Chanyeol ssi?”

“Kau tidak mungkin kami tinggalkan sendirian. Menjagamu adalah tugas kami. Karena itu salah satu dari kami harus tetap bersamamu.”

Sera mengangguk mengerti, “Oh, ya,” Chanyeol kembali angkat suara, “Kau bisa panggial aku Chanyeol oppa. Sunbae rasanya begitu kaku dan formal,” Chanyeol tersenyum.

“Umh, baiklah,” gadis itu kembali termenung di ambang pintu. Chanyeol jelas sangat menyadari perilaku yeoja di dekatnya itu.

“Apa ada masalah?”

Sera mengangkat wajahnya lesu, “Oppa..”

Chanyeol melebarkan matanya, mendengar gadis itu berkata manja membuatnya teringat kenangannya bersama gadis itu dulu.

“Ne?”

“Oppa..mau membantuku?”

“Tentu. Jika aku sanggup melakukannya? Aku tidak akan sungkan membantumu,” Chanyeol tersenyum bahagia. Setidaknya gadis itu merasa nyaman dengan keberadaannya. Hingga mau meminta bantuannya.

‘Hal ini adalah satu proses yang baik’, pikirnya.

“Begini, Chanyeol oppa. Tadi temanku memberitahu bahwa ia melihat Sehun oppa bersama yeoja. Dia menyarankanku agar menyelidiki Sehun oppa. Awalnya aku tidak mau. Karena aku yakin pada Sehun oppa. Tapi, kupikir lagi, tidak ada salahnya jika aku memastikannya.”

“Oppa..,” Sera menyenggol lengan Chanyeol.

“Oppa, kenapa diam saja? Oppa tidak dengar apa yang kukatakan?” Sera mempout bibirnya.

“Ne, aku dengar. Aku hanya diam. Karena kau sedang asik bicara,” Chanyeol geli, melihat ekspresi gadis yang sedang mempout bibir di hadapannya.

“Ne, jadi bagaimana menurut oppa? Apa aku harus menyelidiki Sehun oppa? Jika iya, maukah oppa membantuku melakukannya?”

Chanyeol berpikir mungkin inilah waktu yang disiapkan tuhan agar ia bisa bersama gadis itu. Bila keduanya menyelidiki Sehun. Maka, mereka akan punya waktu bersama dan ia bisa memanfaatkannya untuk menjelaskan mengenai dirinya pada yeoja di masa lalunya itu.

“Kupikir, ada baiknya kita menyelidikinya. Apa kau sudah punya rencana?”

Sera menggeleng. Ia belum punya rencana. Namun, ada baiknya memulai semuanya dari rumah namja itu, pikirnya.

***

“Oppa, lihat!!” Sera berteriak.

“Ya, jangan berteriak. Nanti kita bisa ketahuan.”

Mereka sedang mengikuti Sehun. Ini hari minggu. Sera sengaja tidak menerima ajakan Sehun untuk kencan. Karena ia yakin, Sehun akan pergi dengan yeoja lain kalau ia menolak. Kenyataannya memang benar. Sekarang, namja itu baru saja keluar dari sebuah rumah yang tidak dikenali Sera. Yeoja yang keluar bersama dengan Sehun pun tidak ia kenali.

“Ayo, oppa nyalakan mesin. Kita ikuti mereka,” ujar Sera antusias. Ia sungguh terlihat labil sekarang.

Chanyeol diam, ia bergegas menyusul mobil yang mereka ikuti sejak pagi. Mereka tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti mobil itu. Untung saja jalanan tidak begitu ramai.

“Ah, aku tidak percaya Sehun oppa mau menemai yeoja ke toko aksesoris. Ia bahkan tidak pernah menemaniku ke tempat itu. Siapa yeoja itu?!!” Sera berkaca-kaca.

“Ini masih terlalu awal, Sera. Jangan menangis dulu,”

“Ne, oppa,”

Sehun dan yeoja itu keluar dan menuju ke sebuah restoran. Tidak ketinggalan Chanyeol dan Sera pun ikut masuk ke restoran itu. Mereka sengaja memilih tempat yang tidak akan terlihat oleh dua orang yang sedang diamati. Namun mereka tetap bisa mengintip ke meja Sehun.

Beberapa menit disana, Sera dan Chanyeol tidak mencium gelagat mencurigakan yang bisa membawa kesimpulan bahwa yeoja itu adalah selingkuhan Sehun. Mereka terlihat biasa saja. Sampai yeoja itu, membersihkan saus di sudut bibir Sehun dan Sehun menanggapinya dengan menyentuh tangan gadis itu sambil tersenyum.

“Demi tuhan, oppa. Aku muak,” Chanyeol mencoba menghalangi Sera yang berjalan menuju meja Sehun. Tapi ia terlambat Sera lebih dulu terlihat oleh Sehun.

“Oppa, siapa yeoja ini?”

Sehun kaget dengan kedatangan yeoja itu bersama pengawal yang ia benci.

“Jawab aku. Ternyata kau tidak berubah oppa. Kau pembohong,” air matanya mulai menetes.

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan,” Sehun berdiri dan menggapai tangan Sera mengajaknya duduk.

Chanyeol diam.

‘Aku harap kalian akan berpisah,’ batin Chanyeol. Ia sedih dengan keadaan Sera sekarang. Tapi sisi lain dari dirinya tersenyum dengan bahagianya.

TBC

Advertisements

6 thoughts on “Earth (Chapter 1)

  1. Pingback: EARTH (Chapter 1) | Gallery of Fanfiction

  2. halo~ salam kenal, aku pembaca baru dan memang baru aktif di wordpress lagi :B
    aaa aku suka sama sejenis cerita cinta terlarang. ikut seneng pas Sera mergokin Sehun *eh//plaak* semoga Sera bisa segera inget sama Chanyeol lagi >,< dilanjut ya authornim~~ huehehe X3

  3. Pingback: [Freelance – Chapter 1] Earth | CHANYEOL FANFICTION

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s